Lombok Barat, --Senen 31 Maret 2025 - Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Darussalam Bermi sekaligus Pimpinan DPRD Lombok Barat, TGH. Hardiyatullah M.Pd, menjadi Imam sekaligus khatib dalam pelaksanaan Salat Idul Fitri 1446 H di Lapas Kelas II A Lombok Barat. Acara yang berlangsung pada pukul 07.00 WITA ini disambut dengan penuh antusias oleh para jamaah yang berjumlah lebih dari 1600 orang.
Meskipun tidak dapat merayakan Idul Fitri bersama keluarga, wajah-wajah para warga binaan tetap memancarkan kebahagiaan. Senyum mereka mengisyaratkan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Suasana haru dan kehangatan semakin terasa saat para jamaah bersalaman dan saling memaafkan setelah selesai rangkaian salat dan khutbah.
Dalam khutbahnya, TGH. Hardiyatullah menyampaikan tiga pesan utama dari bulan Ramadan yang harus terus dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari:
1. Pesan Moral (Tahdzibun Nafsi)
Ramadan merupakan momentum untuk menanamkan kesadaran dalam mengendalikan hawa nafsu. Beliau mengingatkan bahwa musuh terbesar umat manusia adalah hawa nafsu yang tidak pernah berdamai. Rasulullah SAW bersabda, "Jihad yang paling besar adalah jihad melawan diri sendiri." Oleh karena itu, setiap individu harus selalu mawas diri dan berusaha untuk menjadi lebih baik.
2. Pesan Sosial
Ramadan juga mengajarkan pentingnya berbagi dan tolong-menolong, yang salah satunya diwujudkan melalui kewajiban membayar zakat fitrah. Zakat ini bukan hanya sebagai bentuk kepatuhan terhadap ajaran agama, tetapi juga sebagai sarana untuk menumbuhkan rasa kepedulian sosial dan memperkuat solidaritas di antara sesama.
3. Pesan Jihad
Jihad dalam konteks ini bukan hanya berarti perjuangan fisik, tetapi juga perjuangan dalam menegakkan nilai-nilai kebaikan, keadilan, dan keimanan. Ramadan menjadi sarana untuk memperkuat tekad dalam menjalani kehidupan yang lebih baik, dengan terus berusaha memperbaiki diri dan lingkungan sekitar.
Setelah khutbah berakhir, para jamaah larut dalam suasana haru, saling bersalaman dan bermaafan satu sama lain. Momen ini menjadi bukti bahwa meskipun dalam keterbatasan, kebersamaan dan semangat persaudaraan tetap dapat terjaga. Kegiatan ini pun diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para warga binaan untuk terus memperbaiki diri dan kembali ke masyarakat dengan nilai-nilai kebaikan yang lebih kuat.
Dengan pelaksanaan Salat Idul Fitri ini, diharapkan spirit Ramadan tetap terjaga di dalam kehidupan sehari-hari, membawa perubahan positif bagi setiap individu, termasuk bagi para warga binaan yang ingin menata kembali masa depan mereka dengan lebih baik.